Sabtu, 07 Juli 2012

Jenis Lensa Kamera

Memilih sebuah lensa kamera membutuhkan pengetahuan dan pengalaman dengan berbagai jenis lensa kamera. Meskipun mengetahui mana lensa yang bekerja dengan baik di kondisi tertentu adalah penting, seorang fotografer juga memilih lensa tertentu untuk menghasilkan efek fotografi tertentu. Cahaya, komposisi dan topik dari pengambilan gambar semuanya mempengaruhi fotografer dalam memilih sebuah lensa.

 


lensa kamera digital

Lensa Wide-Angle
Meskipun sebagian akan mengambil gambar landscape dengan lensa tele, kebanyakan fotografer akan memilih lensa wide-angle. Karena Wide-Angle Lens memiliki bidang visi lebih luas dari mata manusia, dapat mengambil sudut yang luas. oleh karena itu,  Lensa Wide-Angle adalah salah satu lensa kamera lanskap yang paling disukai.

Lensa Zoom
Lensa zoom memungkinkan fotografer untuk memperluas atau memperpendek panjang fokus pada lensa untuk meningkatkan atau menurunkan pembesaran subjek. Fitur ini membuat lensa zoom menjadi aksesoris kamera yang sangat populer di banyak jenis fotografi. Namun, karena lensa zoom memiliki lubang kecil atau yang lebih populer dengan bukaan, lensa ini tidak cocok untuk mengambil gambar dalam kondisi cahaya rendah.

Lensa tele
Perbedaan antara lensa zoom dan lensa tele sangat tipis. Sebuah lensa zoom akan memperbesar tampilan dan membesarkan gambar. Sebaliknya, lensa tele membawa subjek “lebih dekat” kepada fotografer, mengurangi jarak antara objek dalam foto dan lensa kamera. Ini membuat lensa tele dapat menunjukkan detail yang lebih besar dari mata manusia pada jarak yang sama.

Lensa Fixed-Focal Length
Sebuah fixed lens adalah lensa yang focal length-nya atau fokusnya  tidak bisa berubah, atau dengan kata lain tanpa kemampuan zoom, fotografer harus memberikan pemikiran lebih untuk komposisi dasar fotografi agar menghasilkan gambar berkualitas baik. Oleh karena itu, seorang fotografer pemula dapat mempelajari dasar-dasar fotografi yang baik lebih cepat jika dengan memilih lensa Fixed.

Lensa Makro
Lensa makro digunakan untuk mengambil gambar close up atau sangat dekat dari objek. Panjang pendek fokusnya memungkinkan fotografer untuk mengambil gambar pada jarak dekat tanpa distorsi. Gambar yang dihasilkannya sama besar atau lebih besar dari subyek asli.

Lensa makro atau pengaturan makro ini sangat cocok digunakan untuk memperbesar detail objek yang kecil. Sebagai contoh, seorang fotografer dapat menggunakan pengaturan makro untuk memfoto  embun di kelopak bunga, binatang kecil atau benda2 lainnya.

Lensa fisheye
Lensa fisheye merusak atau kata lain mendistorsi gambar subjek, menghasilkan foto dengan penampilan melengkung dan cembung. Lensa fisheye ini pertama kali dikembangkan untuk fotografi astronomi yang berusaha untuk menangkap gambar langit selebar mungkin.

Saat ini, lensa fisheye menjadi populer untuk fotografer lanskap, bahkan digunakan untuk mengambil foto orang. Sebuah foto orang yang diambil dengan lensa fisheye memiliki distorsi mirip dengan apa yang dilihat ketika melihat melalui lubang pintu.

Aksesoris Depan Lensa
Memilih antara lensa kamera yang berbeda tidak menjadi masalah bagi kebanyakan kamera mid-range karena kamera ini sudah memiliki lensa built-in yang tidak dapat diubah. Sementara kamera single lens reflex atau lebih dikenal dengan kamera SLR memiliki lensa yang dapat diganti-ganti.

Untuk anda yang hobi fotografi dan tidak memiliki kamera SLR,  aksesoris lensa ini berfungsi untuk meniru efek dari lensa tertentu yang sudah ada. Aksesoris lensa ini adalah sebuah disk yang menempel pada bagian depan lensa kamera untuk memberikan efek tertentu. Sementara beberapa aksesoris lensa ini untuk menyaring cahaya, yang lainnya meniru efek dari lensa sudut lebar atau fisheye.

Karena harganya yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan lensa aslinya, membuat aksesoris ini menjadi alat tambahan untuk fotografer profesional atau amatir. Tetapi gambar yang dihasilkannya akan berbeda denganlensa kamera yang memang dibuat khusus.
sumber http://teknikfotografi.org/jenis-lensa-kamera/